strategi pembelajaran

Strategi Pembelajaran PAI
Iman kepada Qada dan Qadar
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi Pembelajaran

Disusun oleh:
Nama : Siti Atika Naufa
NPM : 41182911120053

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM “45” BEKASI
2014

Strategi pembelajaran PAI

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : XII SMK
Materi Pokok : Iman Kepada Qada dan Qadar
1. Materi Pembelajaran

Iman Kepada Qada dan Qadar

a. Pengertian Qada dan Qadar
Qada’ Melayu: kehendak (Allah)) dan Qadar‎, transl.: qadr, Melayu: keputusan; takdir) ialah takdir ketuhanan dalam Islam. Percaya kepada qada dan qadar adalah Rukun Iman keenam. Iaitu mempercayai bahawa segala yang berlaku adalah ketentuan Allah semata-mata. Ibnu Hajar al-Asqalani berkata, “Mereka, yakni para ulama mengatakan, ‘Qadha’ adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian dari ketentuan tersebut”
Rukun iman yang keenam ádalah mempercayai adanya qadha dan qodar. Qodha artinya ketentuan atau keputusan Allah kepada mahluknya yang akan terjadi baik di dunia maupun di akherat, sedangkan qodar ádalah segala sesuatu ketentuan atau ketetapan Allah yang telah terjadi atas mahluknya. Pendek kata qadha ádalah rencana Allah yang akan terjadi sedang jika rencana tersebut sudah terjadi menjadi kenyataan pada diri mahluknya disebut qodar. Segala sesuatu yang ada di dunia ini telah di tentukan qadha oleh Allah, sebagaima dijelaskan dalam Q.S. Al Hadid ayat 22:

Artinya:
“ Tiada suatu bencanapun yang menimpa di Bumi dan ( Tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan Telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh ) sebelum kami menciptakannya, Sesungguhnya yang demikian itu ádalah mudah bagi Allah.”
Jadi arti beriman kepada Qodha Qodar Allah artinya mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menetapkan Qadha dan Qodar mahluknya yang bersifat Azali. Azali Artinya ketetapan itu sudah ada sebelum keberadaan atau kelahiran mahluk tersebut.

b. Tanda-tanda penghayatan terhadap qada dan qadar
Orang yang percaya pada Qodha dan qodar Allah tidak akan pasrah tanpa berbuat sesuatu, karena merasa nasibnya sudah ditentukan Allah. Sebab manusia tidak akan tahu apakah takdirnya itu muallaq atau mubram sebelum dia berusaha keras dan berdo’a untuk mendapatkan keinginannya. Dalam Q.S. Ar Ra’d ayat 11 Allah Berfirman:
Artinya:
“ Sesunnguhnya allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan orang yang beriman kepada Qodha dan Qodar memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1. Tidak sombong, karena kelebihan dan keberhasilan yang ia miliki merupakan takdir Allah dan Manusia hanya diwajibkan untuk berihtiar.
2. Sabar dalam menerima cobaan dan musibah, karena ia yakin bahwa segala sesuatu mengenai dirinya maupun orang lain ádalah merupakan ketentuan Allah sehingga manusia hanya menjalannya estela berusaha.
3. Optimis dan tidak rendah diri, ia tidak menyesali nasib dan kekurangan yang dimiliki karena apa saja yang dimiliki seseorang merupakan bagiannya yang sudah diítakdirkan.
4. Qonaah, karena dia sudah merasa cukup dengan yang dimilikinya setelah berusaha.
5. Pantang menyerah, tak kenal putus asa selalu berusaha dan berihtiar mencari takdir yang terbaik.

c. Penerapan hikmah beriman kepada qada dan qadar
Qadha adalah rencana Allah yang akan terjadi, sedangkan Qadar adalah jika rencana tersebut sudah terjadi menjadi kenyataan pada diri mahluknya. Beriman pada Qadha dan Qadar akan membuat orang menjadi tenang mantap dan tidak mudah putus asa maupun bersedih yang berlebihan karena sebagai manusia yang diciptakan oleh tuhannya dia hanya diwajibkan berusaha sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Allah.
Dalam istilah seharí – hari Qodar beserta usaha manusia biasa disebut takdir. Takdir Allah ada yang tetap atau sama sekali tidak dapat berubah yang disebut dengan takdir Mubram. Sedangkan takdir Allah yang masih bisa berubah dengan usaha manusia disebut dengan Takdir Muallaq.
1) Takdir Mubram
Yaitu ketentuan Allah yang pasti terjadi terhadap segala sesuatu dan tidak bisa diusahakan atau dielakkan oleh siapapun. Contoh : Penciptaan dan pengaturan dan pengaturan alam semesta seperti Matahari Terbit dari timur, datangnya hari Kiamat, Jenis kelamin anak yang dilahirkan, kematian mahluk hidup, dan lain – lain. Dalam Q.S. An Nisa ayat 78:
Artinya:
“ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “ ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang – orang itu (orang munafik) hampir – hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun”.
Amin sama sekali tidak tahu mengapa ia dilahirkan seperti sekarang ini, dari bapak ibu yang berkulit sawo matang, mempunyai pekerjaan tukang becak, bertempat tinggal di Pati. Ia selalu mengeluhkan hal itu. Seandainya ia bisa memilih mungkin dia ingin dilahirkan dari orang tua yang berkulit putih dan ganteng, orang tua yang konglomerat dan tinggal di Eropa. Inilah contoh orang yang tidak mensyukuri takdir Mubram.
2) Takdir Muallaq.
Yaitu ketentuan Allah terhadap sesuatu yang dalam pelaksanaannya Allah memberi peran serta kepada manusia untuk berusaha atau berihtiar. Contoh: Kepandaian, kekayaan, keberhasilan, dan lain –lain. Kepandaian, kekayaan, dan keberhasilan masing – masing orang telah ditakdirkan oleh allah, tetapi untuk merealisasikan takdir itu Allah memberi peran kepada manusia untuk berusaha atau berihtiar.

d. Hikmah beriman kepada qada dan qadar
Selain akan menentukan sempurna tidaknya iman seseorang, iman kepada Qadha dan Qodar mempunyai beberapa manfaat atau fungsi bagi kehidupan manusia, yaitu:
1. Mengendalikan kesedihan dan kegembiraan yang berlebihan.
Dengan percaya bahwa segala sesuatu baik kesengsaraan maupun kenikmatan adalah merupakan ketentuan dan ketetapan dari Allah SWT, maka apabila seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan maka dia tidak akan bersedih hati secara berlebih – lebihan, begitu juga apabila mendapatkan sesuatu keberhasilan mereka tidak akan membanggakan dan menyombongkan diri, karena mereka meyakini bahwa semuanya adalah merupakan ketentuan Allah SWT. Firman Allah dalam Q.S. Al Hadid ayat 23:

Artinya:
” (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kmu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membnggakan diri”
2. Menumbuhkan kesadaran seseorang untuk mau menerima kenyataan.
Percaya pada Qadha dan Qodar membuat seseorang menerima apa saja yang terjadi pada dirinya, sehingga tidak menyesali sesuatu yang ada atau yang telah mereka lakukan.
3. Menumbuhkan rasa optimis dan percaya diri.
Orang yang percaya bahwa apa yang ada di pada seseorang adalah merupakan takdir Allah, mereka tidak akan merasa rendah diri atau minder dan putus asa karena kondisi dan keadaan yang ada pada dirinya.
4. Menumbuhkan rasa tenang dan tawakkal lepada Allah.
Percaya pada Qadha dan Qadar membuat seseorang yakin bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak dan ketetapan Allah, tentu apa saja yang diterima dan dialami akan diserahkan kepada Allah dzat yang menghendaki dan menetapkan, sehingga hidupnya merasa tenang dan tidak meliputi rasa kekawatiran.
5. Meningkatkan motifasi untuk berusaha.
Dengan meyakini bahwa takdir itu ada yang muallaq, maka akan meningkatkan motifasi kepada manusia untuk berusaha dan berihtiar.
2. Metode Pembelajaran:

A. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
Langkah-langkah:
1. Saya sebagai guru, masuk kelas dengan mengucapkan salam dan dengan raut wajah yang ceria
2. Saya sebagai guru, membimbing siswa untuk membaca do’a sebelum memulai pelajaran
3. Saya sebagai guru, mengecek kehadiran siswa
4. Saya sebagai guru, membagi siswa menjadi beberapa kelompok
5. Saya sebagai guru, menjelaskan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari dan pada hari ini, kami akan mempelajari materi iman kepada qada dan qadar, yang akan di gambarkan seperti:

6. Saya sebagai guru, memberi tugas kepada masing-masing kelompok untuk menentukan topik terhadap masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan iman kepada qada dan qadar
7. Saya sebagai guru, meminta siswa untuk mengumpulkan informasi-informasi tentang topik yang telah ditentukan (boleh melalui buku di perpustakaan, wawancara dengan guru lain, atau media pembelajaran lainnya)
8. Selanjutnya, saya sebagai guru, meminta siswa untuk bekerjasama dengan kelompoknya untuk memecahkan masalah setelah mendapatkan topik dan informasi yang akurat
9. Saya sebagai guru, membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai (seperti: laporan) setelah masing-masing siswa mendapatkan solusi dari anggota kelompoknya
10. Saya sebagai guru, meminta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari hasil observasi dan diskusi kelompoknya, seperti:
11. Saya sebagai guru melakukan refleksi atau evaluasi secara langsung disaat siswa mempresentasikan hasil yang didapatkannya.

 Kegiatan akhir pembelajaran :

1. Guru memberikan soal evaluasi terhadap siswa
2. Guru memberikan penjelasan kembali kepada siswa mengenai iman kepada qada dan qadar
3. Guru mengarahkan dan memberikan motivasi terhadap siswa
4. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca do’a dan mengucapkan salam

 Sumber belajar :

Buku teks siswa Pai kelas XII
Wawancara dengan guru lain
Buku lain di perpustakaan yang sesuai dengan materi pembelajaran

 Alat/Sarana-prasarana :

o Komputer
o LCD Projector
o Spidol, whiteboard, dan penghapus

 Media

a. Video pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan iman kepada qada dan qadar
b. Laptop ,Proyektor
c. Gambaran kehidupan nyata manusia, seperti:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s